Buser86.com-MIMIKA -Memulai awal tahun 2022, beberapa harga sembako mengalami kenaikan harga atau melonjak naik.

Sembako yang mengalami kenaikan harga tersebut adalah cabai rawit dan minyak goreng yang dijual di Pasar Sentral Timika.

Dari keterangan beberapa penjual sembako mengatakan, faktor yang mempengaruhi kenaikan harga disebabkan cuaca buruk dan biaya pengirimnan dari luar daerah seperti dari Jayapura ke Timika cukup mahal.

Siti salah satu penjual sembako di Pasar Sentra mengaku, di tahun 2021 lalu harga cabai rawit masih harga Rp 75 ribu per kilo, hingga naik menjadi Rp 120 ribu.

Perkiraan kenaikan harga sebesar Rp 40-45 ribu.

“Sedangkan untuk cabai keriting turun, dari seharga Rp 80 ribu turun menjadi Rp 70 ribu per kilo. Begitu juga cabai besar dari harga Rp 85 ribu turun menjadi Rp 70 ribu, ” kata Siti, Jumat (7/1/2022) lalu.

Untuk harga tomat besar yang dipasok dari Jayapura masih Rp 40 ribu per kilo, dijual di Timika harga Rp 45 ribu.

“Harga cabai rawit naik karena biaya pengiriman dari Jayapura lumayan mahal, selain itu ada kerusakan cabai juga, sehingga harga di Timika cukup mahal, ” tutur Siti.

Selain cabai, harga minyak goreng jenis yang ber merk juga mengalami kenaikan harga.

Minyak goreng berkemasan dalam 2 liter awalnya seharga Rp 105 ribu, tapi sekarang sudah menjadi Rp 120 ribu per kemasan.

Salah satu penjual minyak goreng Abdu mengaku tidak tahu kenapa sampai harga minyak goreng melonjak.

Tapi baginya meskipun harga minyak goreng naik, ia optimis warga tetap membelinya karena itu kebutuhan pokok.

“Bahkan bukan hanya minyak goreng bermerk yang mengalami kenaikan, tapi semua minyak goreng jenis apapun juga sama-sama naik, ” ujarnya.

Rls-@(Joko)

Bagikan:

Aditya b86

Media Buser 86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *