Buser86.com//MIMIKA-Dua Kelompok Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya ribut hingga dilerai pihak kepolisian setempat.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu, 8 Januari 2022, di Wouma Kampung Wesakma.

Atas kejadian itu, akhirnya anggota Polres Jayawijaya melerai pertingkaian antara kelompok warga Nduga dan kelompok warga Lani Jaya yang mengakibatkan masyarakat mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan kejadian itu bermula sekira pukul 15.30 Wit, dipicu permasalahan pertikaian saling serang menggunakan alat tradisional antara kedua kelompok masyarakat Lani Jaya dan masyarakat Nduga disebabkan kematian SG yang diduga dibunuh oleh masyarakat Lani Jaya yang tinggal di Kampung Wesakma Distrik Wouma.

“Atas peristiwa tersebut masyarakat (pihak Nduga) serta keluarga pihak SG merasa tidak terima keluarganya dibunuh pada saat pertemuan untuk menyelesaikan masalah perempuan dan akan melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku dari masyarakat Lani Jaya yang bermukim di Kampung Wesakma Distrik Wouma, ” kata Kamal dalam rilisnya, Minggu (9/1/2022).

Lanjut Kamal, dari pihak masyarakat Nduga dengan jumlah sekira 150 orang turun dari Ilekma menuju Wouma membawa alat-alat perang tradisional berupa panah, kapak, parang dan tombak.

Setelah sampai di Wouma, masyarakat Lani Jaya merespon adanya serangan tersebut dengan jumlah sekira berjumlah 300 orang hingga akhirnya terjadi saling serang.

“Selain itu pihak masyarakat Nduga melakukan pembakaran terhadap 2 unit rumah milik warga masyarakat di Wouma, ” ujar Kamal.

Dalam peristiwa itu ada beberap korban luka yaitu SG mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kanan meninggal dunia, WT mendapat luka di kaki sebelah kanan akibat terkena panah, dan RK mengalami luka di bagian dada sebelah kiri akibat terkena panah.

Kata Kamal, terkait korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan, pihaknya juga sudah melakukan penjagaan serta patroli di kedua kelompok massa.

“Saat ini kami masih melaksanakan pengaman di TKP, karena masih ada dugaan aksi balasan yang akan dilakukan dari kelompok masyarakat Nduga, ” terang Kamal.

Sementara untuk kerugian materil sampai saat ini ada dua unit rumah milik Jhon Asso dan masyarakat Asotipo yang di bakar oleh kelompok masyarakat Nduga.

“Saat ini pihak Polres Jayawijaya langsung melakukan pendekatan terhadap masing-masing tokoh masyarakat dari kedua Kampung supaya kejadian tersebut tidak terjadi lagi, ” beber Kamal.

Rls-@(Joko)

Bagikan:

Aditya b86

Media Buser 86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *