Buser86.com Lombok // Tengah NTB; Acara Silaturahmi dan Konsolidasi Lembaga Forum Perlindungan Pahlawan Devisa Lombok ( LFPPDL) yang dihadiri Dewan Pembina, Ketua Dewan Pendiri, Ketua Umum dan Ratusan PL se NTB yang bertempat di Aula Eks Kantor Camat Praya Kabupaten Lombok Tengah NTB 13/1/22.

Dalam acara tersebut, H. Lalu Muazzim Akbar, S. IP Tokoh Pejuang TKI NTB sekaligus sebagai Ketua DPW Partai PAN NTB dalam sambutannya menjelaskan”Saya merasa bangga kepada Saudara-saudara karena kita adalah sama, tahun 1990 Saya juga adalah Tekong ( penyalur tenaga kerja), dari tahun 1990 sampai saat ini Saya tidak pernah malu dan terus berjuang untuk bagaimana memperjuangkan hajat kita semua.

“Saya sangat miris banyak kepada temen-temen kita yang bertugas masalah Paspor ditangkap, bahkan Saya sudah dateng ke Gubernur, Bupati untuk meminta rekomendasi supaya dibukanya tenaga kerja ke Malaysia bahkan ke Menteri Tenaga Kerja, DPR RI Senayan dan dipanggil seluruh Dirjen bersama Mentri dan Saya yang membawa data 2800 TKI yang sudah endos visa pada bulan yang lalu, Saya sampaikan kondisinya dan Saya minta kepada Ibu mentri supaya yang sudah endos visa dibantu untuk berangkat, masyarakat Kami sudah bayar dan banyak temen-temen Kami yang punya PT dianggap penipu karena tidak bisa berangkat, itu yang Kami sampaikan kepada Ibu Mentri. Jelas Muazzim.

Lanjut Muazzim, ” itulah yang Kami lakukan untuk memperjuangkan TKI, maka mari kita bersama-sama kita datang ke Kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi kita semua supaya Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRD Provinsi untuk bersama-sama membantu kita untuk segera dibukanya peluang kerja ke Malaysia.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua LFPPDL NTB Lalu Marzuki yang berhasil diwawancarai Team Media Buser86 menjelaskan “silaturahmi dan konsulidasi sangat dibutuhkan saat ini dimana sudah masuk tiga tahun pandemi merebak di negara kita bahkan di dunia, sehingga temen-temen tidak bisa memberangkatkan dan temen-temen PL adalah ujung tombak pemerintah sebenarnya untuk membantu mengentaskan pengangguran khususnya di Lombok dan NTB pada umumnya. Pemerintah sangat kaku dalam menerbitkan atau mengeluarkan sebuah keputusan membuka PMI ini untuk diberangkatkan ke Malaysia.

“Kami mohon kepada Pemerintah untuk membuka dan apabila tidak segera dibuka maka kami bersama masyarakat dan PL yang ada akan melakukan aksi secara besar-besaran menuju DPRD Provinsi dan ke Gubernur NTB bahkan Kami juga akan ke Istana Presiden untuk melakukan aksi besar-besaran ini, karena semua warga menginginkan pembukaan PMI dan saat ini kita prioritaskan ke Malaysia saja. Dan andai kata Pemerintah tidak mengindahkan, Kami akan duduki Kantor tersebut dan bila perlu buat tenda di Kantor Gubernur. Tutup L. Marzuki.

*Team Buser86 NTB*

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *