Buser86.com // Kota Bekasi –
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aula Kelurahan Kalibaru Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, yang dihadiri Lurah Kalibaru dan Jajarannya, Petugas Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kelurahan Kali Baru, TFL dan Penerima Manfaat Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun Anggaran 2021 dan seluruh Anggota KSM (27/11/2021).

Ketua KSM Sandes Bangun Karya Kelurahan Kali Baru H. Paryadi, SE dalam sambutannya, menyampaikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Dinas Perkimtan Kota Bekasi, yang saya hormati bapak Lurah Kalibaru beserta jajaranya, yang saya hormati Faskot Kota Bekasi, yang saya hormati Seketarian Puskesmas Kelurahan Kali Baru. yang saya hormati tim Fasilitator Lapangan (TFL), yang saya hormati dan saya banggakan seluruh anggota KSM yang tak kenal lelah dan para Hadirin penerima manfaat yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu tapi tidak mengurangi rasa hormat kami.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah kementri PUPR dalam program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun 2021 dan Alhamdulillah acara Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada hari ini hampir 100% penerima manfaat hadir mengikuti acara ini.

Yang pertama kami akan menjelaskan
Ciri-ciri Tangki Septik yang belum kedap,
yang pertama tanki Tidak pernah di sedot,
yang kedua Tidak pernah penuh, yang ketiga Tidak pernah aktif dan Sumber air tercemar.

Kalau Ciri-ciri Tangki Septik yang kedap
Pertama Tersedianya pipa masuk dan keluar, yang kedua Memiliki lobang kontrol, yang ketiga Memiliki lobang Fentilasi itu yang dinamakan Septik Tank Kedap Air.

Ia juga menanyakan kepada penerima manfaat, Apakah Tangki Septik di rumah kita sudah aman?

Kenapa kita harus memiliki Tangki Septik yang aman?.

Sekdikit akan kami sampaikan kepada semua yang hadir di sini, Tinja mengandung puluhan miliar kuman yang menjadi sumber penyakit.

Tangki Septik memberikan solusi agar Tinja tidak mencemari sumber air dan lingkungan, serta menjadi sumber penyakit.

Tangki Septik berfungsi sebagai tempat penampungan dan pengelolaan tinja sementara, dimana terjadi penguraian secara anaerobik, (pengolahan air limbah dengan Mikro organisme tanpa injeksi oksigen kedalam proses).

Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/miskin yang bersifat produktif berdasarkan Pemanfaat sumberdaya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka Stunting Khususnya di Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria.

Keteria Desa sasaran Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya, Desa yang memiliki angka gizi buruk (stunting). Desa yang memiliki angka Buang air besar sembarangan (BABS) Tinggi, Desa yang mayoritas penduduknya MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Dan Termasuk Desa tertinggal dan Desa berkembang.

Harapan kami kepada penerima manfaat Septik Tank program Sandes tahun 2021 untuk merawat dan menjaga apa yang telah diberikan dari pemerintah ” tegas H. Paryadi, SE”.

Ditempat yang sama dr. Tri, menyapaikan tentang
Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
pentingnya seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari keluarga kita sendiri, untuk mengurangi Angka Stunting di wilayahnya, ia juga mempratekan cara mencuci tangan yang benar ” ucap Tri”.

Kasie Permasbang Abdul Kodir, AP dalam sambutannya, Semua masyarakat boleh BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban.

Dalam hal penggunaan pampers agar kotoran dibuang ke jamban terlebih dahulu sebelum pampers dibuang ke tempat sampah,” tegas Abdul Kodir”.

Ditempat yang sama dr. Retno, memaparkan tentang
Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
pentingnya seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari keluarga kita sendiri, untuk mengurangi Angka Stunting di wilayahnya, ia juga mempratekan cara mencuci tangan yang benar ” ucap Tri”.

Kasie Permasbang Abdul Kodir, AP dalam sambutannya, Semua masyarakat boleh BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban.

Dalam hal penggunaan pampers agar kotoran dibuang ke jamban terlebih dahulu sebelum pampers dibuang ke tempat sampah,” tegas Abdul Kodir”.

Ditempat yang sama dr. Retno, memaparkan tentang
Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Terkait desa yang telah ODF, untuk mempertahankan statusnya diperlukan adanya peran atau peraturan untuk menyadarkan Masyarakat”ucap dr. Retno”.

*Yadi/Gunawan*

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *