Management PT. TJD Mencoba Diskusi Dengan Para Petani Ikan Desa Gembor

IMG-20210120-WA0035

Subang,buser86.com- Banjir yang menyebabkan rusaknya beberapa kolam ikan dan infrastruktur di wilayah Desa Gembor, Management PT. Taifa Jaya Development (PT. TJD) mencoba diskusi dengan para petani ikan Desa Gembor.

Diskusi pertama yang di pimpin Kepala Badan Kesbangpol Subang Udin Jazudin mewakili Bupati Subang H. Ruhimat, dan perwakilan dari management PT. Taifa Leopaard Prawira, Camat Pagaden Tri Utami, perwakilan Polsek dan Koramil TNI Pagaden, Kasubbid Pendidikan Politik, selain itu Peningkatan Demokrasi Kesbangpol Iwan Yuswanto, Sekdes Desa Gembor Dedi Suharna beserta jajaran serta pihak terkait lainnya.

Diskusi tersebut di gelar di Aula Kantor Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pada minggu lalu tapatnya hari Rabu (6/1/2021) siang. Tema diskusi tersebut para petani ikan meminta agar Management PT. TJD bisa mengganti rugi atas beberapa kolam yang jebol.

Tri Utami meminta management PT. TJD agar mencegah kembali terjadinya banjir susulan, mengingat kejadian banjir tersebut diduga ada kaitannya dengan aktifitas proyek pembangunan kawasan industri milik PT. TJD.

Selain itu Tri Utami juga meminta PT. TJD mengganti rugi kepada para petani ikan yang terkena dampak banjir. “Niat baik Taifa soal ganti rugi tolong dihargai, mereka juga perlu waktu untuk nyiapkan ganti rugi,” terangnya.

Menurut warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, pihak management PT. TJD menyanggupi ganti rugi kepada para petani ikan Desa Gembor. Dia memastikan, ganti rugi akan dilakukan pekan depan.

Diskusi kedua yang sudah di jadwalkan hari Rabu, (13/01/21) sempat meleset, para petani ikan Desa Gembor yang sudah meluangkan waktunya sempat kecewa. Namun pada akhirnya diskusi kedua pun digelar hari Jumat, (15/01/21) yang di pimpin Sekdes Desa Gembor Dedi Suharna.

Diskusi kedua tampak hadir tiga orang perwakilan dari  PT. TJD (Ade, Roni, Ray) dan dua orang perwakilan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), diskusi kedua sempat diwarnai ketegangan lantaran perwakilan PT. TJD masih belum bisa mengganti rugi kepada para petani ikan. Pertanyaan bertubi-tubi pun tak terhentikan.

Seiring berjalannya waktu, diskusi keduapun meredam, perwakilan PT. TJD meminta mengecek ulang dan terjun langsung ketempat kolam ikan yang terdampak banjir beberapa hari lalu.

Selepas shalat Jum’at perwakilan PT. TJD kembali menemui para petani ikan, dan mengunjungi semua kolam ikan, dan pendataan pun dilakukan. hasil dari pendataan, petani ikan yang terdampak sebanyak 120 orang dan kerugian ditotal kan hingga mencapai 1,5 miliar.

Selepas pendataan perwakilan dari PT. TJD akan kembali mengajukan data tersebut, dan menunggu kepastian dari big bos PT. TJD. Informasi didapat langsung dari sala satu perwakilan dari PT. TJD (Ade/Roni).

Saat ditemui Subaryono selaku kuasa hukum sala satu petani ikan (Agam) memaparkan,” Kalau pertemuan tadi belum ada keputusan apa-apa, cuma inikan lokasi yang kena banjir itu adalah kebutuhan sehari-hari warga disini, kalau tidak segera ada keputusan ganti rugi atau perbaikan saluran ini di khawatirkan akan menjadi kemarahan warga,” terangnya.

“Karena kami juga sebetulnya dari awal sudah kita wanti-wanti kepada pihak Taifa sendiri, ini sebetulnya ada kesalahan teknis, kenapa tidak ada persiapan dari awal menjaga, jangan sampai terjadi bencana semacam ini. Karena menurut keterangan dari warga, banjir ini sepanjang sejarah baru kali ini sampai bencana sebesar ini,” lanjut Subaryono.

H. Cholid Syahroni pemilik kolam dan kontrakan, memaparkan kerugian dirinya hingga mencapai 50juta,” Dampak banjir yang kami rasakan itu kerusakan yang pertama itu kolam, bibit-bibit sampai 50juta, yang keduanya itu pagar, pagar BRC itu kurang lebihnya 100 meter, ditambah kos-kosan ini semua terendam, ada 18 kamar, banjir kurang lebih ada 50 cm ,” tandasnya.

Penulis : Bachrie

Posted in

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Polda Jateng Hormati Upaya Pra Peradilan 13 Tersangka Tranfer Dana Palsu

September 19, 2021

Buser86.Com//SEMARANG-Sejumlah 13 tersangka kasus dugaan transfer palsu melalui mesin ATM Bank Jateng di Kabupaten Pati, mengajukan gugatan praperadilan. Sidang gugatan praperadilan tersebut saat ini tengah […]

Pembuangan Bayi Di Desa Cluwak Tayu Kini Dalam Keadaan Sehat

September 19, 2021

Buser86.com//Cluwak Tayu–Pascapenemuan bayi di sungai Dukuh Gebang Desa Sumur, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati yang sempat menggegerkan warga, kondisi bayi yang kini dirawat di Puskesmas Cluwak […]

Tekan Penyebaran Covid-19 Pada PPKM Level 2 Polsek Kaliori Rembang Gelar Patroli Obyek Wisata

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Jajaran Polsek Kaliori Polres Rembang terus gencarkan kegiatan patroli dan juga melaksanakan woro-woro di obyek wisata guna menekan angka penyebaran Covid-19, Minggu (19/09/2021). […]

Polsek Lasem Rembang Gelar Patroli Perbankan Antisipasi Kejahatan Saat Hari Libur

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Untuk memberikan Pengamanan pada Obyek Vital yang ada di wilayah hukum Polsek Lasem Polres Rembang , Unit Sabhara Polsek Lasem melaksanakan Patroli di […]

Rembang Sudah PPKM Level 2,Polres Rembang Tetap Berlakukan Penyekatan Ops Yustisi

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang melakukan penyekatan kendaraan di wilayah perbatasan Kabupaten Rembang. Penyekatan ini kembali dilakukan setelah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) […]