Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Di Utan

Post View : 40
Views
IMG-20220429-WA0012

Sumbawa Besar, NTB Buser86.com – Sudah tiga hari Joko Margono, (48), Seorang warga Dusun Penyorong, Desa Labuhan Bajo, Kecamatan Utan, Kab Sumbawa, NTB, tidak kelihatan. Hal ini membuat tetangganya curiga.

Warga melihat Joko terakhir tiga hari sebelumnya. Sejak itu, Joko tidak terlihat lagi. Sementara rumahnya dalam keadaan gelap. Lampu penerang tidak pernah menyala.

Karena curiga, tetangganya, Nayib Sanjaya, 22 tahun, yang juga keponakannya, sekitar pukul 22.00 Rabu, (27/4/22) mengecek korban ke rumahnya.

Saat mencoba masuk, semua pintu rumah tertutup. Nayib kemudian memanjat masuk dari jendela. Saat itulah, Nayib melihat korban telah terlentang tidak bergerak di samping meja tempat kerja korban memperbaiki alat elektronik.

Selanjutnya Nayib memberitahu kejadian tersebut kepada ketua RT Hasan Basri dan ketua RW M.Yusuf, untuk membuka pintu rumah korban. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Utan.

Kepala Seksi Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi, S.Sos. mengatakan, setelah mendapat laporan, Kapolsek Utan Iptu M.Yusuf langsung memimpin anggotanya ke lokasi. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan menghubungi tim Inavis Polres Sumbawa. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Utan untuk dilakukan visum.

AKP Sumardi mengatakan, dari kesaksian tetangga korban, bahwa dirinya masih melihat korban beraktifitas menyiram bunga-bunga depan rumah pada hari senin Sore dan setelah itu saksi tidak melihat korban kembali hingga korban ditemukan telah meninggal Dunia.

Dari hasil pemeriksaan tubuh bagian luar di TKP oleh dr. Made Laya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Almarhum. Diperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan.

“Dari analisa sementara almarhum meninggal diduga akibat sesak nafas. Mengingat korban memiliki riwayat sesak nafas. Korban juga sering mengkonsumsi obat sesak Nafas,” kata Sumardi.

Bahkan keterangan tetangga korban, korban sering membeli obat Neo Nafasin di apotek. Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, dokter mengatakan harus dilakukan autopsi menyeluruh.

Terkait hal ini, Keluarga korban yang diwakili Sri Rejeki kakak Almarhum, menolak dilakukan otopsi. Keluarga korban sudah ikhlas dan menerima kematian Almarhum.

Team Buser86 NTB

Posted in

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Akibat Diduga Tekena Lemparan Benda Tumpul,”Kaca Bus Damri Jurusan Sintang/Pontianak Pecah

Mei 28, 2022

Buser86.com//Kuburaya-Kejadian terjadinya insiden pada hari Selasa 24/5/2022 Pecahnya Kaca sebuah Bus Damri Jurusan dari Kabupaten Sintang / Kota Pontianak Kalimantan Barat yang diduga akibat pelemparan […]

Sosok Almarhum Buya Syafii Maarif Menurut Plt. Wali Kota Bekasi

Mei 27, 2022

Buser86.com // Kota Bekasi – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto turut mengenang Sosok Buya Safii Maarif, yang menjadi suri tauladan bagi Bangsa […]

Plt. Wali Kota Bekasi Ucapkan Turut Prihatin Atas Musibah Keluarga Gubernur Jawa Barat

Mei 27, 2022

Buser86.com Kota Bekasi – Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut prihatin atas musibah yang menimpa Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang hingga kini masih […]

Jumat Berkah Dengan Bersedekah Personil Brimob Polda Kalbar Bagikan Nasi Dijalanan Kota Pontianak

Mei 27, 2022

Buser86.com//Satbrimob Polda Kalbar kembali berbagi kepada masyarakat Kota Pontianak yang kurang mampu yang mereka temui disepanjang jalan. Jum’at (27/5/22). Satbrimob Polda Kalbar kembali melaksanakan kegiatan […]

Pdt Gomar Gultom, Prof Buya Syafii Maarif Wafat Indonesia Kehilangan Tokoh Pluralis

Mei 27, 2022

Buser86.com//Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP), Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, pukul 10.15 WIB, Jumat (27/5/2022). Buya […]