Tapsel, Buser 86.Com – Warga Tapanuli Selatan khususnya warga kec. Sipirok dan kec. Angkoa Tlmur / Pargarutan kab. Tapsel dalam waktu dekat ini akan mengusir PT TPL karena telah menganggu dan merusak lahan sebagai usaha masyarakat dibidang pertanian perkebunan di kedua kecamatan ini.

Hal itu disampaikan Ammad Harahap Cs dan Said Ali Harahap kepada media buser86 disipirok pada Sabtu (23/10).

Menurut salah seorang pemilik lahan yang alas hak tanahnya berupa putusan Mahkamah Agung Said Ali Harahap bahwa PT TPL telah melakukan pengrusakan usaha pertanian masyarakat. PT TPl lakukan staking dan Menanami pohon tanaman industri berupa ekaliptus (pohon kayu putih) tanpa harus permisi / izin pemilik lahan.

Adapun lahan yang dimaksud yakni lahan yang ada di desa batang Tura kec. Sipirok dan di wilayah kelurahan Tabusira sekitarnya di kec. Angkola Timur kab. Tapsel.

Said Ali menilai bahwa PT. TPL bersikap arogan dan terkesan memaksakan kehendak untuk menguasai lahan warga. Melihat sikap itu, PT. TPL sengaja mengajak perang dengan masyarakat. ‘kita siap melayani akan hal itu, jangan dikira Pihak PT.TPL warga Tapsel ini manusia bodoh’, Jadi dalam waktu dekat masyarakat siap tempuh jalur hukum guna mengusir PT.TPL dari lokasi lahan pertanian masyarakat yang ada di kab. Tapsel. Ujar Said Ali.
kata Said.

Secara terpisah, PT. TPL ketika dikonfirmasi melalui humas melalui telpon selulernya Ian Lubis mengatakan bahwa penanaman pohon industri berupa kayu putih itu sudah terlebih dahulu dilakukan sosialisi kepada masyarakat. Jadi kita tidak ada persoalan untuk itu.

Kita Pastikan telah memenuhi syarat untuk mengelola lahan negara dan lahan masyarakat, yang dibuktikan dengan dokumen yang telah ditanda tangani oleh pejabat pemerintah (kehutanan) dan tanda tangan masyarakat sebagai pemilik lahan. Kata Ian Lubis.

Saat konfirmasi tersebut Ian Lubis berjanji akan menunjukkan dokumen yang diperolehnya dari pemerintah dan masyarakat bila sangat diperlukan.

Kemudian Ian Lubis menekankan bila warga atau pemilik lahan merasa keberatan dipersilahkan tempuh jalur hukum
Biar jelas duduk persoalannya ‘Silahkan laporkan kepihak berwajib atau polisi’. Kata Ian Lubis.

Menurut salah seorang warga Angkola Timur Ammad Harahap bahwa telah beberapa kali di ingatkan agar jangan di tanami lahan warga namun PT.TPL tetap ngotot melakukan aksinya dengan cara mengolah lahan menggunakan alat berat dan menanami lahan masyarakat tanpa ada izin. Kata Ammad (A/EH)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *