Di duga Proses Tipikor Kasbon Mangkrak, LSM GPAK : Akan Kembali

IMG-20210413-WA0321

Indragiri Hulu Riau// Buser86.com- Pengembalian uang hasil korupsi tidak menghapus pidananya bagi pelaku tindak pidana korupsi (tipikor), meski pelaku korupsi sudah mengembalikan uang hasil korupsinya tetap saja pelaku bisa di pidana

Seperti halnya dalam kasus dugaan tipikor modus kasbon tahun 2005-2008 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu), Riau era mantan Bupati Drs. H. Raja Thamsir Rachman, MM.

“Kami sudah melaporkan dugaan tipikor modus kasbon tersebut ke KPK dan saat ini mereka yang belum di penjara sedang di periksa oleh Kejati Riau atas koordinasi dan supervisi dari KPK,” kata Sofyan Antoni,SE anggota LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK), Selasa (13/4) di Inhu Riau.

Sofyan menjelaskan bahwa kasus dugaan tipikor modus kasbon tersebut sudah di laporkan oleh LSM GPAK pada bulan Mei 2019 lalu Dengan bukti surat nomor : 7/GPAK/5/2019 tanggal 20 Mei 2019

Dan KPK sudah dua kali membalas surat laporan LSM GPAK.

Dengan bukti surat pertama nomor : R/2844/PM.00.00/40-43/07/2019 tanggal 02 Juli 2019 Hal: Tanggapan atas pengaduan masyarakat

Surat kedua dengan nomor: R/3461/PM.00.00/40-43/09/2019 tanggal 3 September 2019.

Kedua surat tersebut pada intinya menyebutkam bahwa pengaduan tersebut sebagai bahan koordinasi dan supervisi atas penanganan kasus di maksud oleh aparat penegak hukum setempat.

Dalam laporan itu terangnya, terdapat 19 orang oknum pejabat Pemkab Inhu baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun.

Mereka 19 orang adalah dalam kelompok mantan Bupati Thamsir Jumlah semula memang 20 orang Namun satu orang sedang menjalani hukuman penjara, yakni mantan Bupati Thamsir Rachman Sisanya 19 orang sedang menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Riau.

Mereka 19 orang ini jelasnya,di antaranya Indriansyah Rp8,6 milyar, Nurhadi Rp22,8 milyar, Abdullah Sany Rp200 juta, Budi N Pamungkas Rp2,1 milyar, Marwan Rp350 juta, HM.Thayib Amsar Rp535 juta, Ardiansyah Eka Putra Rp250 juta, Darmawangsa Rp500 juta, Sumarman Rp750 juta, Hj. Herawati Rp1,5 milyar, Armansyah Rp1,5 milyar, Amsar Taib Rp200 juta, Burhanudin, S. Sos Rp500 juta, Junaidi Rachmad Rp2 milyar, alm. Koesmedi K Rp700 juta, HR. As man u Rp1,750 milyar, Syaiful B Rp500 juta, YandraRp1 milyat dan Zulfahmi Adrian Rp500 juta.

Jumlah keseluruhannya Rp45,9 milyar. Dari jumlah tersebut baru dikembalikan Rp500 juta oleh mantan Bupati Thamsir sesuai dengan surat disposisinya. Sisanya Rp45,4 milyar hingga tahun APBD Inhu 2017 belum dikembalikan Ini sesuai dengan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Riau.

Untuk mengantisipasi kasus ini jika seandainnya mangkrak, maka GPAK sebut Sofyan, akan menyuratinya kembali ke KPK.

Alasan selanjutanya pihaknya menyurati KPK, karena di dalam Pasal 4 Undang-undang No.31/1999 Tentang Pemberantasan Tipikor yang menyatakan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tipikor sebagaimana dimaksud Pasal 2 dan Pasal 3 UU pemberantasan tipikor.

‘Hukum harus adil seadil-adilnya untuk menghukum mereka yang diduga terlibat dalam tipikor modus kasbon tersebut. Sesuai yang diamanatkan dalam hukum dan perundang-undangan di NKRI ini, tegas Sofyan Antoni.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dugaan tipikor modus kasbon total seluruhnya Rp 114 milyar terbagi empat kelompok, Kelompok SKPD dan kelompok DPRD sudah menjalani pidana penjara. Dan sudah bebas.

Keempat kelompok itu yakni kelompok SKPD, kelompok DPRD, kelompok mantan Bupati Thamsir Rachman dan kelompok rekanan

“Kita mendoakan agar mereka yang belum di hukum semoga di hukum dengan adil agar kesalahan serupa tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara Pemkab Inhu yang di konfirmasi melalui Kabag Tata Pemerintahan Setda Inhu, Raja Fahrul Rozi, S. Sos mebenarkan bahwa mereka 19 orang oknum pejabat baik yang belum pensiun maupun yang sudah pensiun dan rekanan terkait kasbon sedang di periksa Kejati Riau.

“Ya, mereka sedang di periksa oleh Kejati Riau dalam dugaan tipikor modus kasbon mantan Bupati Inhu, Thamsir Rachman dan kelompok rekanan dalam kasus tipikor modus kasbon,” terangnya.

HARMAEIN/ RIAU

Posted in

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Sat Narkoba Polres Simalungun Ringkus Dika Diduga Bandar Shabu Batu VII

Oktober 20, 2021

Buser86.com//SIMALUNGUN-Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Simalungun berhasil meringkus Bandar narkotika jenis Shabu berinisial AS alias Dika (30) warga Jalan Asahan, Depan Lapas Batu VII, Nagori […]

Tim Jatanras Res Simalungun Kembali Lagi Bekuk Pelaku Judi Tebak Angka Di Ujung Padang

Oktober 20, 2021

Buser86.com//SIMALUNGUN – Sat Reskrim Polres Simalungun amankan seorang laki-laki dari Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun karena diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Perjudian tebak angka […]

Semarak Maulid Nabi Bupati Pati Hadiri Peletakan Batu Pertama Di Masjid Salman Alfarisi Dan Membina Karakter Yang Lebih Baik

Oktober 20, 2021

Buser86.com//PATI-Bupati Pati Haryanto menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Salman Alfarisi dan Pesantren Tahfidzul Qur’an SD Muhammadiyah Pati di Desa Panjunan kecamatan Pati, Selasa (19/10). […]

Polres Bogor Ungkap 7 Kasus Penyalahgunaan Narkotika, 9 Orang Tersangka Di Tangkap

Oktober 20, 2021

Buser86.com // Bogor – Pengungkapan terhadap kasus penyalahgunaan Narkotika kembali di ungkap oleh jajaran Satuan Narkotika Polres Bogor. Dimana dari 7 Kasus yang berhasil diungkap […]

Wow.. Wartawan Korban Disiram Air Keras, Kini Jadi Terlapor

Oktober 20, 2021

Medan //buser86.com- Korban kekerasan disiram air keras yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Medan pada hari Minggu (25/7/2021) lalu sekira pukul 22.00 WIB […]