Buser86.com//JATENG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai, upaya pembangunan kesehatan dari sisi promotif (informasi/kampanye kesehatan) saat ini masih perlu lebih ditingkatkan. Ketersediaan fasilitas BPJS Kesehatan yang membuat masyarakat bisa berobat dengan biaya ringan bahkan gratis, membentuk pola pikir mereka lebih fokus pada sisi kuratif (pengobatan).

Saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Sabtu (08/01/2022), Sumarno meminta organisasi tersebut membantu pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan dari sisi promotif. Jumlah anggota PPNI di Jawa Tengah yang mencapai lebih dari 80 ribu orang, merupakan sumber daya potensial untuk memberikan layanan kesehatan promotif.

“Kami mohon bantuan Bapak/ Ibu sekalian bahwa kondisi saat ini, itu mungkin kalau kita bicara upaya kesehatan promotif, itu kurang. Kita lebih banyak di kuratif. Kita omongkan BPJS (kesehatan), sekarang itu orang nggreges sitik wae terus ning puskesmas (tidak enak badan sedikit terus ke puskesmas) karena gratis,” tuturnya

Sekda berpandangan, sumber daya kesehatan yang ada lebih baik diarahkan untuk memberikan layanan dari sisi promotif dan preventif (pencegahan). Layanan tersebut akan lebih memberi dampak positif pada keberhasilan pembangunan kesehatan.

“Mohon bantuannya untuk mengedukasi dalam rangka ikut menyehatkan masyarakat. Masyarakat yang sehat tentu saja menjadi masyarakat yang kuat. Sumberdaya yang ada lebih baik untuk promotif daripada untuk kuratif,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para perawat yang telah bekerja keras membantu pemerintah dalam menangani covid-19. Pihaknya memahami, itu bukanlah tugas yang ringan. Sebab, mereka bertaruh keselamata demi menolong para pasien Covid-19.

“Kami maturnuwun (terima kasih) sekali kepada Bapak/ Ibu sekalian, pada saat pandemi Covid kemarin, yang lagi kritis-kritisnya, panjenengan (Anda) semua orang-orang yang punya panggilan jiwa yang luar biasa. Kalau jadi perawat tidak dengan panggilan jiwa, saya yakin tidak akan mampu menjalankan,” pungkasnya.

Rls-@(HUMAS)

Bagikan:

Aditya b86

Media Buser 86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *