Habis Pulang Mengaji Gadis Kelas 6 SD Ini Di Perkos4 Ketua RW Di Gubuk Tua Hingga Ambruk

IMG-20210317-WA0137

Buser86.com- Sungguh biadab kelakukan SWJ (60), Ketua Rukun Warga (RW) di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Seorang warganya, gadis umur 12 tahun yang baru, Senin (15/03/21)

pulang mengaji digagahi oleh laki-laki lanjut usia ini. Ironinya, korban yang baru kelas 6 SD adalah tetangganya yang yang berbeda beberapa rumah.

“Saat itu pelaku berkeliling kampung menggunakan sepeda motor. Tiba di sebuah persimpangan, pelaku berpapasan dengan korban yang saat itu pulang mengaji,” kata kapolres

Saat itu, imbuh AKBP Fanani, pelaku tiba-tiba berhenti dan menarik korban ke sebuah gubug. Kemudian pelaku memaksa korban membuka celana.

Pelaku juga membuka celana dan mengeluarkan kemaluannya. Pelaku kemudian memperkosa gadis tersebut tanpa bisa melawan pelaku.

Usai memperkosa, pelaku membiarkan korban tergeletak menangis di dalam gubuk yang abruk itu. Korban beberapa saat kemudian pulang ke rumah sambil menangis namun

takut melaporkan yang dialaminya ke orang tuanya. Korban hanya terlihat murung dan sedih di kamar.

Orang tua yang curiga melihat perubahan perilaku korban kemudian mencoba mendekati. Dua hari pasca kejadian korban kemudian mau bercerita.
Siswi Jenius Jakarta Temukan Obat Bakar Lemak 7 Kg Sehari
Fit Expert

Jangan Cuma Kenali Dari Beritanya! Ini 6 Fakta tentang Gisella
Herbeauty

Ilmuwan Jepang Temukan Cara Tumbuhkan Rambut dalam Hitungan Hari
Keranity
Mendengar cerita itu, orang tua berang dan melapor ke polisi. “Dari hasil visum memang ada luka di kelamin korban. Terungkapnya karena orang tua korban

melapor,” ujar Kapolres Blitar. Setelah menerima laporan, polisi kemudian membekuk pelaku di rumahnya. Bersamaan dengan penangkapan, polisi

menyita barang bukti berupa baju pelaku yang digunakan saat beraksi dan pakaian dalam korban. Hanya saja dalam pemeriksaan polisi, pelaku membantah

perkosaan itu. Bahkan pelaku meminta disumpah pocong untuk membuktikan dia tidak memperkosa korban.

Namun demikian, polisi tetap melanjutkan pemeriksaan. Penyidik Unit PPA akan menjerat pelaku dengan pasal 81 dan 82 Undang-Undang nomor 34

tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya, maksimal 15 tahun penjara,” punkas AKBP Fanani.

Rls-@(Dewan Redaksi)

Posted in

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Polda Jateng Hormati Upaya Pra Peradilan 13 Tersangka Tranfer Dana Palsu

September 19, 2021

Buser86.Com//SEMARANG-Sejumlah 13 tersangka kasus dugaan transfer palsu melalui mesin ATM Bank Jateng di Kabupaten Pati, mengajukan gugatan praperadilan. Sidang gugatan praperadilan tersebut saat ini tengah […]

Pembuangan Bayi Di Desa Cluwak Tayu Kini Dalam Keadaan Sehat

September 19, 2021

Buser86.com//Cluwak Tayu–Pascapenemuan bayi di sungai Dukuh Gebang Desa Sumur, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati yang sempat menggegerkan warga, kondisi bayi yang kini dirawat di Puskesmas Cluwak […]

Tekan Penyebaran Covid-19 Pada PPKM Level 2 Polsek Kaliori Rembang Gelar Patroli Obyek Wisata

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Jajaran Polsek Kaliori Polres Rembang terus gencarkan kegiatan patroli dan juga melaksanakan woro-woro di obyek wisata guna menekan angka penyebaran Covid-19, Minggu (19/09/2021). […]

Polsek Lasem Rembang Gelar Patroli Perbankan Antisipasi Kejahatan Saat Hari Libur

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Untuk memberikan Pengamanan pada Obyek Vital yang ada di wilayah hukum Polsek Lasem Polres Rembang , Unit Sabhara Polsek Lasem melaksanakan Patroli di […]

Rembang Sudah PPKM Level 2,Polres Rembang Tetap Berlakukan Penyekatan Ops Yustisi

September 19, 2021

Buser86.com//REMBANG – Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang melakukan penyekatan kendaraan di wilayah perbatasan Kabupaten Rembang. Penyekatan ini kembali dilakukan setelah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) […]