Buser86.com/Kalteng- Palangka Raya – Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H. menghadiri rapat terbatas membahas penanganan Pandemi Covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah, Selasa (4/1/2022) pagi.

Rapat tersebut digelar pada Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dipimpin oleh Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran dengan didampingi Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Nanang Avianto, M.Si. bersama unsur Forkopimda lainnya.

Kapolresta pun menjelaskan, dalam rapat tersebut seluruh unsur Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah bersama Kota dan kabupaten membahas tentang penanganan Pandemi Covid-19 yang masih melanda di wilayahnya hingga saat ini.

“Pandemi Covid-19 masih melanda di wilayah Kota Palangka Raya hingga saat ini, hal tersebut ditandai dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 berdasarkan Inmendagri Nomor 2 Tahun 2022,” ungkap Kapolresta.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Kalteng mengarahkan seluruh jajarannya untuk semakin mengintensifkan penerapan PPKM hingga skala mikro, dengan mengoptimalkan seluruh fungsi dan unsur dalam Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Mengoptimalkan PPKM baik pada tingkat provinsi, kabupaten atau Kota, kecamatan, Kelurahan dan desa, serta hingga RT maupun RW, dengan melaksanakan upaya pencegahan, penanganan, pembinaan dan mendukung penanganan Covid-19,” jelas Kombes Pol Budi.

Sehubungan dengan adanya varian baru Covid-19 yakni Omicron yang sudah terdeteksi mengalami transmisi lokal di Jakarta dan Surabaya, Gubernur Kalteng pun mengarahkan agar mengintensifkan upaya testing dan tracking kasus Covid-19 dan mencegah penularan lebih cepat dalam lingkup komunitas.

“Untuk memaksimalkan upaya tersebut, maka harus tetap dijaga kedisiplinan dan kepatuhan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah termasuk juga Kota Palangka Raya,” tutur Budi.

Upaya itu pun akan diselaraskan dengan pendekatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan serta 3T yaitu testing, tracking dan treatment.

“Selain itu, kita juga patut mempertimbangkan berbagai faktor pendukung lainnya, seperti ventilasi udara, durasi dan jarak interaksi untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 khususnya pada varian Omicron,” terang Budi.

Dirinya melanjutkan, Gubernur Kalteng juga mengarahkan untuk mengoptimalkan pengalokasian dan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam rangka penanganan Covid-19, termasuk di dalamnya untuk pemulihan ekonomi melalui skema-skema yang telah ditetapkan.

“Dengan menjaga sinergitas antar seluruh instansi pemerintahan dan masyarakat, semoga upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada tahun 2022 ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal,” pungkasnya.
(@nt)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *