Buser86.com // KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto senam bersama warga RW 09 Ciketing udik dirangkai dengan peresmian Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciketing Udik dan Peresmian Taman anggur Wali Hidroponik di Perum Rahayu Regensi RW 09 Ciketing Udik Kecamatan Bantargebang, Jumat (17/12/2021).

Kehadiran orang Nomor dua di Kota Bekasi disambut hangat oleh warga RW 09 dan peserta senam, antusias warga dapat terlihat dengan banyaknya peserta senam yang hendak ingin photo bersama orang nomor dua di Kota Bekasi tersebut.

Usai melakukan senam bersama, pria yang kerap disapa Mas Tri diajak warga dan Ketua RW untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan di moment cofee morning, yang kemudian dilanjut ke acara peresmian KWT dan peresmian Taman Anggur Wali hidroponik.

Imam selaku Ketua RW 09 menyampaikan, realisasi program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dan budidaya tanaman hidroponik merupakan arahan Wakil Wali Kota Bekasi kepada Ketua RW 09 saat bertemu 1 tahun yang lalu.

“setahun yang lalu saya bertemu dengan pak Wakil, beliau menyampaikan Pemerintah Kota Bekasi sedang menggalakan program RW Tangguh dan RW Siaga, oleh karenanya beliau menyampaikan kepada saya untuk menciptakan role model ketahanan pangan diwilayah sebagai bentuk representatif RW Tangguh,” pungkas Imam Ketua RW 09.

Sebelum melakukan pengguntingan pita dan penandatanganan batu praasti, Tri diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan didepan warga RW 09 dan peserta senam, dalam sambutannya Tri menyampaikan masih banyak program RW Tangguh yang harus direalisasikan, terkait ketahanan pangan, warga juga bisa dengan bijak mengola limbah dapur agar bisa menjadi nilai ekonomis.

“jika kita bisa bijak dalam mengelola sampah. tentunya sampah tersebut bisa menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis, contoh, sampah organik bisa dikelola menjadi pupuk organik, bisa jadi pakan maggot, dan anorganiknya bisa ditukar rupiah oleh pengepul barang bekas,”

Pemerintah Kota Bekasi akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir, sehingga volume sampah di TPST Bantargebang dapat diminimalisir.

*Gunawan*

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *