Kepala Desa Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Kabupeten Kapuas Hulu Dinilai Tidak Konsisten

IMG-20210422-WA0058

Buser86.com//Kalbar,Kapuas Hulu. Radar Investigasi | Kepala Desa merupakan pimpinan tertinggi di desa, hal ini sebagaimana yang diatur pada pasal 26 Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa disebutkan Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Dalam rangka melaksanakan kewenangan pemerintahan desa itu, maka Kepala Desa sebagai pembina kemasyarakatan desa memiliki kewenangan, hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Desa, Pasal 26 ayat 1 dan 2 (huruf F dan G), jelas bahwa salah satu kewenangan kepala desa adalah membina kehidupan masyarakat desa dan membina ketentraman dan ketertiban masyarakat desa.

Selain itu, dalam Pasal 26 ayat (4) huruf K disebutkan bahwa salah satu kewajiban Kepala Desa adalah menyelesaikan perselisihan masyarakat di Desa. Dalam pelaksanaan kewenangan tersebut kepala desa dapat menempuh langkah-langkah fasilitasi, mediasi, pembinaan dan motivasi bagi masyarakat desa untuk menyelesaian konflik yang terjadi antar warga desa.

Fungsi kepala desa juga sebagai mediator penyelesai perselisihan berdasar Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, sehingga dapat memperluas access to justice masyarakat pedesaan dan mengurangi beban perkara di Peradilan Negara Dalam Undang-undang tersebut mengedepankan setiap perselisihan di masyarakat desa dapat diselesaikan oleh kepala desa yang berperan sebagai mediator untuk menghidupkan budaya dan memberdayakan kearifan lokal (local wisdom) dalam mengelola perselisihan, untuk mewujudkan keadilan restoratif guna mengurangi beban peradilan negara. Penyelesaian sengketa masyarakat melalui mediasi oleh kepala desa (non litigasi) lebih efektif menjaga hubungan baik dan bersifat kekeluargaan sebagaimana karakteristik masyarakat.

Namun lain yang terjadi Di Desa Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, tuntutan masyarakat kepada Kepala Desa Nanga Mentebah untuk memfasilitasi atau memediasi pertemuan kedua belah pihak terkait persoalan Tanah tidak mendapat respon yang baik.

“Kami sudah mendatangi rumah Kepala Desa dan bahkan terakhir ini kami juga Ke Kantor Desa untuk bertemu langsung Hamdan Opoi Selaku Kepala Desa Nanga Mentebah untuk meminta memfasilitasi atau memediasi untuk mempertemukan kedua belah pihak yang bermasalah tersebut, tapi seakan beliau tidak mau dan mau lepas dari tanggung jawab sebagai Kepala Desa,” ungkap Hermandi.

Lanjud Hermandi yang anehnya lagi pada saat kami datang di desa Nanga Menteba baru-baru ini yang dihadiri oleh Hamdan Opoi selaku Kepala Desa Nanga Mentebah serta perangkat desa, disepakati adanya mediasi ulang yang akan dilaksanakan selesai lebaran bulan ini, namun beberapa hari setelah pertemuan di kantor desa tersebut, kami dikejutkan adanya pesan singkat oleh Hamdan Opoi melalui WhatsApp mengatakan tidak bisa memediasi atau mempertemukan kedua belah pihak, ini ada apa,” ungkapnya.

Hal ini terlihat dengan adanya pesan singkat melalui WhatsApp oleh Hamdan Opoi (18 April 2021), “Terkait dgn pembicaraan kita yg di ktr desa na mtb tentang mediasi ulang massalah tanah itu ,bahwa utk saya dan perangkat desa tidak bisa melaksanakan lagi setelah saya tanyakan kepada pihak Sahari dan pihak kepolisian bahwa kasus itu sudah di serahkan kepada Kapolres tingal menunggu keputusan dari mereka oleh kerena itu saya mohon maaf tidak bisa menindaklanjuti lagi ,terimakasih.”

Begitu juga yang di sampaikan oleh Bapak Ismail Nawawi selaku Punggawa Adat di Kecamatan Mentebah “Kami tak mampu urus lagi, kami angkat tangan mau dibawa kemana lagi, karena pihak Sahari biar diundang 1000 kali dia tidak mau datang,” ungkapnya pada media ini, (14/04/2021).

“Kepala Desa punya tugas dan tanggung jawab dalam memfasilitasi atau memediasi ketika ada masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya,” ungkap Bapak Alifiansyah selaku kepala DPMD Kapuas Hulu saat ditemui di kantornya oleh media ini.

Saat Ditemui dikediamannya Bapak Ruslan selaku Ahli waris yang masih hidup kepada media ini mengatakan bahwa Tanah tersebut sudah diberikan oleh Almarhum Ayahnya Abdul Mo’in sejak tahun 1980 yang terletak di Sungai Kuan Landau Pada, dengan ukuran lebar depan 100 m, lebar belakang 150 m, panjang 240 m.”

“Kalau ada pihak yang Keberatan dan mengklaim itu adalah tanah dia, silahkan anda gugat ke Pengadilan Negeri Kapuas Hulu, bukan dari pihak kami yang menggugat, kan suatu kebodohan kalau aku yang menggugat ke PN, sementara aku sebagai ahli waris (pemilik tanah : red) yang menggarap lahan tersebut dari tahun 80 an sampai sekarang,” ucapnya.

“Melalui kesempatan ini saya meminta kepada Aparat Pemerintah Desa dan Kecamatan bisa memfasilitasi atau memediasi agar masalah ini tidak berlarut-larut tanpa ada penyelesaian, sehingga merugikan pihak kami, karena adanya pihak yang mengklaim tanah tersebut sehingga kepala desa tidak mau membuatkan SKT dengan alasan tanah tersebut bermasalah,” tutupnya.
(Tim)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Tambang Emas ilegal Sudah Puluhan Tahun Tetap Di Lestari kan APH Ketapang

September 27, 2021

Buser86.com// ketapang – Adanya penertiban di setiap lokasi tambang emas ilegal/peti apa yang sudah di lakukan APH Ketapang: mengamankan beberapa orang tersangka tindakan pidana melakukan […]

Polsek Tahunan Jepara Melaksanakan Pengamanan Serta Monitoring Vaksinasi Covid-19 Tahap Ke-2

September 27, 2021

Buser86.com//Jepara -Bhabinkamtibmas Polsek Tahunan Polres Jepara Polda Jateng Bripka Dadang melakukan pengamanan dan monitoring terhadap giat vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Balai Desa Tahunan. Senin […]

Kejar Target Sasaran Pasiter TMMD ke-112, Kodim 1203/Ktp Pimpin Apel Pagi

September 27, 2021

Buser86.com// Ketapang- Mengawali aktivitas dilokasi TMMD baik pengerjaan di sasaran fisik maupun nonfisik, Personel Satgas TMMD Ke-112, Kodim 1203/Ktp melaksanakan apel pagi yang dipimpin langsung […]

Kerja Exstra Tak Surutkan Semangat Satgas TMMD Reguler Ke-112 Kodim 1203/Ketapang

September 27, 2021

Buser86.com//Ketapang – Demi mengejar target, personil Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-112 Kodim 1203/Ktp bersama masyarakat bekerja exstra di Desa Riam Bunut, Kecamatan […]

Tarik Simpati Anak Desa Satgas TMMD Reg Ke-112 Kodim 1203/Ktp Buatkan Mainan Kayu

September 27, 2021

Buser86.com//Ketapang – Anak -anak desa riam bunut semakin akrab dengan Satgas TMMD Reg Ke-112, Kodim 1203/Ktp, Seperti Koptu Kasmin Da’e sangat di senangi anak-anak lantaran […]