Memanas, Diperiksa Kejati Riau Penilaian Usaha Perkebunan Bisa Melebar

IMG-20210506-WA0010

Indragiri Hulu, Riau//Buser86.Com-Sofyan Antoni,SE, Kepala Divisi Pertanian LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK) kembali membuka masalah Tim Penilaian Usaha Perkebunan (PUP) Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Indragiri Hulu (Inhu), Riu yang sedang diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada 29/4/2021 silam.

Kali ini justru kembali mempertanyakan pajak bila suatu perusahaan perkebunan yang beroperasi di Inhu melebihi izin Hak Guna Usaha (HGU) maupun melebihi izin Bupati Inhu.

Jika saja nantinya pihak Kejati Riau obyektif dan adil mengusut kasus ini maka diduga bisa melebar kemana-mana. Semua yang diduga terlibat diharapkan diberi sanksi hukum yang seadil-adilnya.

“Apabila kerugian negara dibidang pajak akibat dari kelebihan lahan usaha perkebunan suatu perusahaan yang beroperasi di daerah ini. Lantas apa action pihak terkait selama ini. Ini yang perlu dipertanyakan. Mudah-mudahan Kejati Riau obyektif dan adil menangani kasus ini agar semua yang diduga terlibat dihukum berat. Supaya pula kesalah serupa tidak terulang lagi,’ kata Sofyan, Kamis (6/5).

Kerugian Negara jika suatu perusahaan membuka lahan perkebunan melebihi HGU merupakan tugas Tim Penilaian Usaha Perkebunan (PUP) di daerah bersangkutan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan Bupati/Walikota.

“Kita pertanyakan bagaimana hasil kerja Tim PUP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu, Riau selama ini,” ungkap Sifyan.

Tugas itu sebutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 07/Permentan/OT.140/2/2009 tentang Pedoman Penilaian Usaha Perkebunan (PUP).

Tim yang dibentuk bekerja dalam tiga tahun sekali tiap satu Perusahaan Perkebunan.

Salah satu contoh beber Sofyan, yakni PT. AS yangmana izin HGU diduga hanya 4.056 Ha berdasarkan izin SK.MENAG/KBPN No. 89/HGU/BPN/1999 tanggal 05 Oktober 1999.

Dengan luas izin HGU diduga 4.056 Ha. Izin tersebut di lima desa yakni : Aurcina, Punti Anai, Pejangki, Kuala Kilan dan Alim.

Luas lahan yang digarapnya diduga melebihi izin HGU yang dimilikinya.

Luas yang sesuai dengan izin HGU hanya 4.056 hektar. Namun berbeda dengan rincian dalam sub copy dokumen yang dimilikinya, bahwa dengan dugaan : Kebun inti 4.600 Ha. Kebun Plasma di desa Aurcina 674 Ha, Punti Anai 800 Ha, Sipang 700 Ha dan Pejangki 300 Ha. Total seluruhnya diduga 7.074 Ha. Namun lahan perkebunan di desa Sipang diduga tidak termasuk dalam izin HGU PT. AS.

“Bagaimana dengan pajak jika lahan perkebunan diluar HGU dan izin Bupati. Dan lahan di desa Sipang yang diduga diluar izin HGU. Apa tindakan Tim PUP Pemkab Inhu selama ini,” tegas Sofyan.

Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Batang Cenaku, Inhu tersebut, ia mengharapkan agar penegak hukum segera mengusut hingga tuntas.

Di Inhu data dari 2009-2012 saja ada 60 perusahaan perkebunan di Inhu dari 108 perusahaan yang beroperasi di Inhu.

Sofyan mengakui bahwa mereka mempunyai banyak sub copy dokumen berbagai perusahaan di Inhu.

“Dari data yang kami miliki, berbagai perusahaan perkebunan yang beroperasi di Inhu terindikasi diduga melebihi HGU dan diduga ada yang digarap di lahan hutan yang diduga tidak memiliki izin pelepasan hutan pula,”
Terangnya.

Selain itu pula, ia mengakui diduga ada perusahaan diminta menanami kembali atau reboisasi lahan yang terlanjur digarap perusahaan oleh salah satu organisasi di Inhu.

Lahan dimaksud diduga seluas 2.700 hektar kepada perusahan dimaksud diduga PT. TP.

“Berbagai perusahaan perkebunan diduga bermasalah di Inhu, terutama dugaan kelebihan lahan dari izin HGU, namun apa tindakan Pemkab Inhu terutama Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu,” tanya Sofyan heran.

Pemkab Inhu dikonfirmasi melalui Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintaha (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Inhu, Raja Fahrul Rozi, S. Sos merasa heran dengan pengakuannya. Namun ia membenarkan adanya kerja Tim PUP Pemkab Inhu.

“Saya selaku Kabag Tapem tidak pernah dibawa atau diajak oleh Tim PUP Pemkab Inhu ke lapangan dalam hal ini,” jelasnya.

HARMAEIN / RIAU

Posted in

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Personel Marnit Seruyan Ditpolairud Hadiri Kegiatan Pekan Peduli Orang Utan Di Desa Sei Imuk

Oktober 27, 2021

Buser86.com/Kalteng- Seruyan- Markas Unit (Marnit) Patroli Daerah Aliran Sungai (Das) seruyan Direktorat Polairud polda Kalteng Menghadiri kegiatan penanaman pohon magroove dan kegiatan Pekan Peduli Orang […]

Gebyar 1000 Vaksinasi Karumkit Bhayangkara Optimis Capaian Angka Vaksinasi Kalteng 50 Persen

Oktober 27, 2021

Buser86.com/Kalteng- Palangka Raya – Dalam rangka terus percepat target capaian vaksinasi di Kalimantan Tengah hingga 70 persen, Polda Kalteng kembali menggelar vaksinasi massal di pinggiran […]

Polda Kalteng Gandeng GP Ansor dan KNPI Palangka Raya Gelar Vaksinasi Massal Targetkan 500 Dosis

Oktober 27, 2021

Buser86.com/Kalteng- Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bersama Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangka Raya menggelar vaksinasi massal untuk masyarakat […]

Kapolsek Rakumpit Turut Dampingi Pengecekan Kesehatan Warga

Oktober 27, 2021

Buser86.com/Kalteng- Palangka Raya – Kapolsek Rakumpit, Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng Iptu Waryoto, S.H., M.H. bersama Bhabinkamtibmas Bripka Eko Pramono mendampingi kegiatan tenaga kesehatan dari […]

Dukung Vaksinasi, Polsek Rakumpit Lakukan Pengamanan dan Pendampingan

Oktober 27, 2021

Buser86.com/Kalteng- Palangka Raya – Polsek Rakumpit, Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng turut mendukung program vaksinasi Covid-19 di wilayahnya dengan melakukan pendampingan hingga pengamanan selama berlangsungnya […]