Buser86.com//Ketapang – Penganiayaan terhadap wartawan lagi menjalankan tugas INVESTIGASI lapangan ke desa demit Utuk memastikan beredarnya di mensos ada pengusaha kayu diduga tapa izin, di kecamatan Sandai kabupaten Ketapang.

Dua orang wartawan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021 lagi investigasi kelapangan Utuk memastikan TPK saudara amang ke desa demit kecamatan Sandai, di sana mereka lansung menemukan adanya beberapa tumpukan kayu sebelumnya sudah diberitakan wartawan Nusantaranews86.com ungkapnya.

Lanjut: di sana Supli dan Yani bertemu seorang karyawan pekerja mau minta ijin dan bicara baik baik, tapi malah disambut dengan emosi: Jagan kalian photo – photo tumpukan kayu tersebut Cetusnya:, mendengar perkataan karyawan seperti itu mereka lansung putar arah dari TPK itu, mengarah ke desa randau jungkal Utuk melakukan investigasi lain tulisnya.

Dalam perjalanan investigasi mereka pun langsung pulang mengarah kecamatan Sandai dalam perjalanan itu tepatnya desa petai patah dusun nango tiba – tiba dihadang saudara amang dan temannya 2 orang, di sana terjadilah perdebatan adanya perebutan Handphon dan perampasan kontak / kunci mobil menimbulkan kerusakan talang air hujan mobil, terjadilah emosi salah satu dari mereka bernama AMANG sampai masuk menyerang kedalam mobil dari pintu kiri disitu terjadilah pemukulan kepada saudara SUPLI, dalam keributan tersebut tiba-tiba ada 2 orang anggota Koramel melintas tidak sengaja melihat kejadian tersebut, langsung “Melerai keributan tersebut”
ujarnya saat di konfirmasi melalui WhatsApp pukul 17:59 hari Sabtu 18 Desember 2021.

Lebih lanjut: mereka langsung dibubarkan dari tempat kejadian itu, Supli dan Yani lansung pulang kerumahnya, setiba dirumah Supli langsung menghubungi Kapolsek Sandai, melaporkan kejadian tersebut, dan langsung di arahkan ke kantor Polsek Utuk pengaduan, lebih jelas dan akurat Utuk memastikan adanya pemukulan korban di mintai utuk VISUM kepada pihak Puskesmas Sandai, visum tersebut dilakukan ibu dokter terlihat memar sebelah kiri bahu diameter kurang lebih 4 cm panjang dan lebar sekitar 2 cm,. Pungkasnya.

Ditambahkan Yani benar adanya penahanan mobil sampai menimbulkan keributan dan diamankan 2 Angota Koramel Sandai itu sapa nya.

Sebagai salah satu wujud hak asasi manusia, kebebasan pers di Indonesia telah dijamin dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999.

Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus.

#Sumber berita: Supli#

[Rilis:sy@-B86]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *